





Pengunjung hari ini : 17
Total pengunjung : 7767
Hits hari ini : 28
Total Hits : 31407
Pengunjung Online: 5
Membangun Kapasitas Kader
Hal yang paling menyenangkan buat para kader adalah mengikuti pelatihan. Di Cilincing, Sikka dan Timor Tengah Utara (TTU), beberapa kader terlibat aktif dalam memfasilitasi dialog warga dalam rangka meningkatkan akuntabilitas layanan kesehatan, termasuk posyandu. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan program Sahabat (Suara Anak dan Masyarakat untuk Hak di Bidang Kesehatan) yang digagas oleh Wahana VisiIndonesia dan mitranya, World VisionIndonesia sejak 2011 hingga 2014.
Jika selama ini para kader lebih banyak berperan sebagai penyuluh kesehatan, sekarang mereka melakukan pengorganisasian diskusi warga tentang hak dan kewajiban warga negara. Untuk bisa memperjuangkan haknya, warga perlu memahami kebijakan publik secara sederhana. Misalnya, standar pelayanan minimum posyandu dan beberapa program kesehatan yang masuk di wilayah mereka.
“Baru kali ini kami melibatkan para bapak untuk diskusi tentang posyandu,” ujar Nia. Diakuinya, selama ini posyandu lebih dipandang sebagai urusan para ibu saja. Tidak heran jika masalah posyandu jarang dibahas dalam sistem perencanaan daerah seperti Musrenbang.
Meskipun posyandu merupakan usaha kesehatan berbasis masyarakat, namun posyandu berkontribusi bagi percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Pemerintah pusat dan daerah telah diamanatkan oleh UU untuk melakukan pembinaan posyandu. Sayangnya, pembinaan dari pemerintah masih sebatas SK (suratkeputusan) saja.