Members Login
Email
Password



Berita dari Organisasi
Rabu, 01 Februari 2012
13:18:53 WIB
Konvensi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO, 1948), Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Oleh karena itu, setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya dan Negara bertanggung jawab ...

» Lihat Semua

Seputar Berita
Rabu, 01 Februari 2012
10:09:37 WIB
Yang Muda, Yang Rentan HIV&AIDSDi negara-negara berkembang, mereka yang berusia muda (15-24 tahun) dikategorikan sebagai kelompok dengan risiko penularan HIV&AIDS yang paling tinggi (UNFPA 2005). Penyebabnya adalah perilaku seksual yang tidak terlindung dan minimnya pengetahuan mereka tentang HIV&AIDS. Di Indonesia sendiri, ...

» Lihat Semua

Iklan Terkini


Counter Hit
049894
  Pengunjung hari ini : 31
  Total pengunjung : 11898
  Hits hari ini : 87
  Total Hits : 49894
  Pengunjung Online: 5

Home >> Seputar Aktivitas Kami
Proyeksi Ekonomi Indonesia Serta Peran Anak, Hidup Utuh dan Sepenuhnya
Rabu, 16 November 2011 - 10:09:03 WIB
Ditulis oleh : Super | Hit: 2 kali

Proyeksi Ekonomi Indonesia Serta Peran Anak, Hidup Utuh dan Sepenuhnya


Indonesia saat ini sedang menikmati perekonomian yang dinilai solid dan aman karena berbagai indikator kerentanan seperti rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), defisit fiskal, dan inflasi, berada dalam batas aman. Namun, dari sisi daya saing global, Indonesia masih dalam kategori rendah karena sumber daya kemanusiaan masih sedikit dan tidak memilki kualitas untuk daya saing. Salah satu fator utamanya menurut analisa ekonomi di Unika Atma Jaya Dr. A Prasetyantoko dalam acara Social Change Forum – Turning Partnership into Energy yang diadakan oleh Wahana Visi Indonesia, mitra World Vision pada tanggal 28 September 2011 yang lalu menyatakan angka kematian anak dibawah umur 5 tahun semakin meningkat dan sektor pendidikan dan kesehatan untuk anak sangat buruk. Padahal bangsa ini sangat membutuhkan sumber daya manusia yang banyak, berkualitas dan siap bersaing dengan negara negara industri global. 
Indonesia memiliki potensial pertumbuhan ekonomi yang besar dibandingkan situasi perekonomian di Amerika Serikat yang saat ini memiliki defisit besar, utang yang tinggi sehingga pertumbuhan ekonomi sama sekali tidak ada pergerakan atau tidak bangkit. Sedangkan di zona Eropa, politik dan ekonomi juga sangat lemah dan fluktuasi perkembangan perekonomian variasi tergantung dari masing masing wilayah. Keberadaan politik dan ekonomi di zona Eropa sangat kental dan saling bergantung sehingga pertumbuhan ekonomi seperti di Amerika Serikat, tidak ada pergerakan. Di Eropa permasalahan krisis fiskal bahkan lebih parah. Secara teknis, sebenarnya Yunani telah bangkrut dan sepenuhnya tergantung pada bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) dan Uni Eropa. Bantuan dana juga diberikan kepada Portugal dan Irlandia yang tengah mendekati kondisi bangkrut. Kalangan analis memperkirakan, Spanyol dan Italia segera menyusul. Dr. A Prasetyantoko menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa sedang mengalami kondisi perekonomian yang stagnan. Sedangankan di kawasan Asia memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Dengan modalitas luas wilayah serta populasi, pasar potensial bagi berbagai industri dunia, dapat membawa Asia sebagai Asian consumers. 
Dengan adanya intra ASEAN dan komitmennya untuk menyepakati pajak perdagangan dan biaya masuk impor dan ekspor antar ASEAN yang memadai, daya saing trading Indonesia semakin meningkat serta daya beli penduduk Indonesia semakin kuat terutama penduduk di kelas menengah (middle income class). Menurut laporan ADB 2011, dua ratus dua puluh juta peduduk Indonesia diperkirakan terdiri dari middle class income di tahun 2030 dan dalam tahun 2055, Indonesia bersama dengan negara Asia lainnya dapat menjadi “Abad Asia” atau yang layak dikenal sebagai ASIAN Century. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pada saat ini kekuatan ekonomi global mulai bergeser ke Asia. Kebangkitan ekonomi China, India dan bahkan Singapura, Malaysia atau Filipina yang siap menyusul Jepang, Korea dan Taiwan, menjadi penguat penduduknya yang sangat tinggi serta diikuti pula dengan pertumbuhan pasar yang terus meningkat bagi julukan "Abad Asia”.
Dengan proyeksi Asia sebagai pusat keuangan di dunia dan Indonesia memiliki banyak rangkaian pertumbuhan ekonomi yang positif, bagaimana daya kompetitif Indonesia dari sisi sumber daya kemanusiaan. Dalam Social Change Forum – Turning Partnership into Energy khusus untuk kalangan perusahaan swasta yang juga didukung oleh PowerPR menyatakan bahwa angka kematian bayi, life expectancy dan kualitas pendidikan dasar dan kesehatan di Indonesia sangat buruk. 
Berdasarkan presentasi dari pembicara utama di Forum tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia dalam ranking 42 di Global Competitiveness Index (GCI) 2011-2012 dan yang paling rendah dalam kategori ranking tersebut adalah kesehatan dan pendidikan dasar di bawah ranking 64. Faktor pendukung kategori tersebut diukur dari segi angka kematian bayi, life expectancy dan kualitas pendidikan dasar (quality of primary education) yang sangat rendah angkanya. Apabila ketiga hal ini tidak dilakukan secara sistematis dan dikelola dengan baik maka sumber daya manusia kita akan berkurang dan tidak berkualitas sehingga Indonesia dapat terjebak dari segi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang saat ini masih kuat dan aman. 
Untuk meraih daya saing yang unggul dan prima, peran anak sangat penting merealisasikan Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap kualitas penduduknya untuk bersaing di negara negara dunia. Wahana Visi Indonesia, mitra World Vision adalah organisasi kemanusiaan yang melakukan program jangka panjang fokus terhadap kelangsungan hidup anak, tumbuh kembang anak, perlindungan anak dan partisipasi anak. Wahana Visi Indonesia memastikan anak memiliki gizi baik, anak terlindungi dari penyakit, infeksi dan kecelakaan, anak memiliki akses terhadap pendidikan dasar berkualitas, kaum muda (youth) siap menghadapi kesempatan perekonomian, anak dikasihi oleh keluarganya dan orangtua dan pengasuh anak memberikan hidup untuk anaknya. Sehingga anak memiliki haknya untuk meraih cita cita sebagai seorang yang memiliki potensi kuat sebagai agen perubahan untuk bangsa Indonesia terutama masyarakat sekitarnya. Wahana Visi Indonesia tidak dapat melakukan visi organisasi tanpa mitra peduli terhadap isu anak di Indonesia. 
Social Change Forum ini diharapkan menjadi tempat diskusi dan berbagi pengalaman bersama perusahaan swasta tentang isu isu yang berkaitan dengan anak serta kerjasama seperti apa yang dapat dilakukan bersama sama dalam mewujudkan peran Anak hidup utuh sepenuhnya. 
Menurut Dr. A Prasetyantoko, Corporate Social Responsibility sudah lebih melekat lagi konsepnya menjadi Corporate Shared Values. Perusahaan saat ini melihat shared values dari core business dan civil society. Sehingga bukan hanya sekedar tanggungjawab dalam melakukan kegiatan sosial tapi sudah menyatukan nilai nilai kinerja perusahaan dengan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan untuk terus bekerjasama dengan lembaga sosial secara berkelanjutan untuk kelangsungan hidup anak utuh sepenuhnya mulai minus 9 (dalam kandungan) sampai 18 tahun karena anak adalah kunci dari daya saing bangsa dan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Forum selanjutnya akan diadakan bulan Desember 2011 nanti dengan topik Banjir, Bencana dan Persiapan untuk melindungi Anak. Forum ini akan didukung oleh KPMG dan PowerPR.*
-- Selesai --