Members Login
Email
Password



Berita dari Organisasi
Rabu, 01 Februari 2012
13:18:53 WIB
Konvensi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO, 1948), Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Oleh karena itu, setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya dan Negara bertanggung jawab ...

» Lihat Semua

Seputar Berita
Rabu, 01 Februari 2012
10:09:37 WIB
Yang Muda, Yang Rentan HIV&AIDSDi negara-negara berkembang, mereka yang berusia muda (15-24 tahun) dikategorikan sebagai kelompok dengan risiko penularan HIV&AIDS yang paling tinggi (UNFPA 2005). Penyebabnya adalah perilaku seksual yang tidak terlindung dan minimnya pengetahuan mereka tentang HIV&AIDS. Di Indonesia sendiri, ...

» Lihat Semua

Iklan Terkini


Counter Hit
049893
  Pengunjung hari ini : 30
  Total pengunjung : 11897
  Hits hari ini : 86
  Total Hits : 49893
  Pengunjung Online: 4

Home >> Seputar Aktivitas Kami
Pelatihan Guru Harmoni di Palu
Kamis, 10 November 2011 - 11:42:39 WIB
Ditulis oleh : Super | Hit: 2 kali

Pelatihan Guru Harmoni di Palu

”Saya sangat mengapresiasi dan merespon positif atas terbitnya majalah Harmoni. Majalahnya sangat bagus, isinya sangat sesuai untuk wilayah ini,” kata Bapak Abu Bakar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, dalam sambutannya pada acara peluncuran majalah Harmoni pada tanggal 26 Oktober 2011.

 ”Bagi saya, terbit dua bulan sekali atau sebulan sekali tidak soal, tetapi jangan sampai jadi edisi yang pertama dan yang terakhir,” tambah Pak Abu Bakar.

 Acara peluncuran ini kemudian langsung dilanjutkan dengan pelatihan guru tentang cara penggunaan majalah Harmoni di sekolah. Pelatihan ini berlanjut hingga keesokan harinya.

 Pelatihan difasilitasi oleh tiga narasumber. Andreas Sihotang mempresentasikan latar belakang dan tujuan penerbitan majalah Harmoni, Lukas Ginting memfasilitasi acara bedah majalah Harmoni serta Panduan Guru/Fasilitator-nya, sedangkan Pak Saja’un dari Lembaga Pengendalian Mutu Pendidikan (LPMP) Palu memandu guru bagaimana cara mengintegrasikan materi majalah Harmoni ke kurikulum nasional, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta bagaimana menyampaikannya dengan pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).

 Majalah Harmoni sendiri sebenarnya merupakan replikasi dan kontekstualisasi majalah Harmonis, yang selama sekitar empat tahun (2002-2006) digunakan di Maluku Utara sebagai media utama untuk program pendidikan damai (peace education). Majalah Harmonis, dan juga majalah Harmoni, terdiri dari rubrik utama, rubrik interaktif, dan rubrik muatan lokal.

 Rubrik utama berisi pesan utama (kurikulum). Secara garis besar kurikulum Harmoni terdiri dari lima tema, yaitu keanekaragaman, kerja sama, komunikasi, menjadi anak damai, dan pemecahan masalah secara kreatif. Tema-tema ini disampaikan dengan empat atau lima cerita (berupa cergam, cerpen, komik), sesuai dengan dunia anak.

 Rubrik interaktif berupa karya anak, korespondensi dengan redaksi, studi kasus untuk pemecahan masalah, dan permainan. Di sini anak ikut berkarya, untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging), rasa senang (fun), rasa bangga, menimbulkan rasa suka (gemar) membaca dan menulis (kreatif). Bila kegemaran membaca sudah timbul dalam diri anak, maka dia akan senang membaca bacaan-bacaan lain, yang selanjutnya akan meningkatkan daya serap dan pengetahuannya.

 Rubrik muatan lokal berupa budaya setempat, cerita rakyat, dan liputan kegiatan atau profil sekolah, guru, atau siswa. dan juga budaya lain di Indonesia/dunia (supaya ada keseimbangan, bukan menciptakan ‘katak di bawah tempurung’).

 Saat ini Wahana Visi Indonesia sedang bekerja sama dengan berbagai mitra lokal di Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengembangkan dan menerapkan Pendidikan Harmoni di beberapa Sekolah Dasar yang dipilih sebagai model. Upaya ini telah diprakarsai sejak setahun yang lalu bersama mitra lokal, yaitu Yayasan Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, dan Universitas Tadulako Palu.

 Andreas menyampaikan bahwa majalah Harmoni adalah bagian dari upaya penguatan pendidikan Harmoni di Sulteng, yang mencakup harmoni diri, harmoni sesama, harmoni alam. Pendidikan Harmoni ini dianggap masih penting di Sulawesi Tengah, karena daerah ini pernah dilanda konflik horizontal pada tahun 1999-2003 yang lalu. Selain itu, menurut hasil action research (riset aksi) yang dilakukan tahun 2009 yang lalu, sekitar 40 persen anak mengatakan tidak ingin berteman dengan anak yang berbeda agama.

 Ketua Yayasan Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, Drs. Syamsuddin, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa dia ikut dari awal, yaitu sejak setahun yang lalu, memprakarsai penerbitan majalah Harmoni ini, namun baru sekarang bisa terealisasi penerbitannya.

 ”Ini karya besar! Memang untuk memulai suatu karya terasa berat, tetapi untuk selanjutnya akan lebih mudah,” kata Pak Syamsuddin. Beliau juga mengimbau agar guru-guru ikut menulis untuk majalah Harmoni dengan bahasa anak-anak.

 Pada hari kedua, Ruslan Sangaji dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Palu menjelaskan betapa pentingnya peranan media massa bagi pembangunan perdamaian di masyarakat. Ini yang disebut aliran jurnalisme damai. ”Ada dua kubu wartawan. Wartawan bisa jadi provokator, tukang kompor, membuat orang mudah terlibat konflik. Ada juga wartawan yang bersifat mendidik dan pembawa pencerahan,” jelas Ruslan Sangaji.

 ”Majalah Harmoni bagus sekali, baik tampilan maupun isinya. Isinya tentang pendidikan damai dan bahasanya mudah dimengerti anak-anak. Majalah Harmoni ini sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalisme damai,” tambah Ruslan yang masih termasuk muda, namun pernah menjadi ketua AJI, dan saat ini menjabat sebagai Ketua KNPI Palu dan juga General Manager sebuah media cetak yang ternama di Palu. Ruslan Sangaji juga menekankan bahwa dia siap melatih anak-anak sekolah tentang jurnalisme (teknik menulis) tanpa dibayar.

 Prof. Dr. Juraid dari Universitas Tadulako juga sangat antusias menyambut peluncuran majalah Harmoni. Dengan terbitnya majalah Harmoni ini serta kegiatan-kegiatan lain terkait program Harmoni, maka Papote (Palu, Poso, Tentena) akan jadi contoh masyarakat majemuk namun rukun dan damai bagi Indonesia dan bahkan bagi seluruh dunia.

 Pada hari kedua pelatihan, para guru -- yang telah dibagi menjadi 10 kelompok dan telah ditugasi membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang PAKEM dari materi majalah Harmoni -- mensimulasikan cara menggunakannya. Para guru yang berjumlah 40 orang dari 17 sekolah pilot di Palu, Poso, dan Tentena ini, dengan antusias mengikuti acara simulasi ini.       

 ”Selama ini murid kurang diaktifkan dalam proses pembelajaran,” kata Ibu Nurdin Padu, guru di SDN VI Palu.

 Bu Rostina, guru SDN VI Palu juga sangat antusias menyambut terbitnya majalah Harmoni. ”Saya ingin menyumbang tulisan untuk majalah Harmoni untuk edisi berikut. Saya sudah punya banyak ide cerita di kepala saya. Murid-murid saya juga akan mengiirim karya mereka ke majalah Harmoni, baik berupa tulisan maupun gambar,” kata Bu Rostina bersemangat.

 Ibu Mantiri, guru SD Sangira, Tentena, mengatakan bahwa baginya tidak sulit mengintegrasikan materi Harmoni ke KTSP.

 Ibu Ningsih dari Bala Keselamatan Palu mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam pemanfaatan materi majalah Harmoni. ”Saya juga usul agar isi majalah Harmoni fifty-fifty antara konteks Papote dan konteks luar,” tambah Bu Ningsih.* (VO/LG)